DAERAH

Pj Walikota Palopo Ajak Masyarakat Beri Perhatian ke Masalah Pangan

×

Pj Walikota Palopo Ajak Masyarakat Beri Perhatian ke Masalah Pangan

Sebarkan artikel ini
Penjabat Walikota Palopo, Asrul Sani saat memberikan sambutan dalam Rakor Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan. (Foto:hms)

PALOPO – Pejabat (Pj) Wali Kota Palopo Asrul Sani membuka Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Rabu 1 November 2023.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Palopo Andi Enceng Amir mengatakan, kegiatan ini bertujuan sharing informasi dari peserta satgas yang ada di tiap kecamatan perihal stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Dimana kondisi ekonomi sedang tidak stabil, karena adanya inflasi.

Pj Wali Kota Palopo Asrul Sani dalam sambutannya, mengajak Kepada semua sektor, agar bergotong-royong dalam memberikan perhatian kepada masyarakat, terutama masalah kecukupan pangan.

Baca Juga:  Kontingen Luwu Tampilkan Keanekaragaman Budaya di HPRL Ke 78

“Kita tidak ingin ada warga Kota Palopo yang terlantar, akibat kekurangan pangan,” ungkap Asrul Sani.

Asrul juga menambahkan sekaitan dengan hal tersebut, tentunya pelaksanaan rapat koordinasi yang saat ini dilaksanakan dengan berbagai pihak terkait, sangat penting dan diperlukan adanya koordinasi dan sinergi, agar tidak ada warga yang mengalami kekurangan pangan.

Asrul meyakini, semua OPD yang terkait telah melakukan berbagai upaya guna menghadapi berbagai fenomena masalah pangan dan langkah-langkah yang akan diambil untuk dapat mengantisipasi keadaan agar stabilitas pangan cukup dan aman.

Baca Juga:  Pelatihan Muballigh - Muballighah Muda di Luwu Utara Resmi Dibuka

“Kita tingkatkan pengawasan kepada pihak yang mengambil keuntungan yang tidak wajar sesuai ketentuan, misalnya menimbun, mengoplos, mencampur dengan tidak semestinya, maka pihak yang mempunyai tugas melakukan pengawasan pangan dapat melaporkan kepada pihak kepolisian,” katanya.

Menciptakan stabilitas dan harga pangan sesuai ketentuan, Pemerintah Kota Palopo, tidak akan berhasil mengendalikan pasokan maupun harga pangan, tanpa kerjasama, berkomunikasi, berkordinasi dengan semua pihak.

Melibatkan petani sebagai produsen, maupun pedagang pengumpul, distributor hingga pedagang eceran, sangat dibutuhkan guna terciptanya pangan yang cukup dan terjangkau.

Baca Juga:  Aniaya Anak di Bawah Umur, Oknum ASN KPU Mamuju Dilaporkan ke Polisi

“Rakor SPHP yang saat ini kita lakukan adalah bagian dari pengendalian inflasi daerah yang menjadi tugas pemerintah saat ini,” pungkasnya. (Hms)