LUWU UTARA — Ambruknya pintu saluran irigasi di Dusun Karre, Desa Rompu, Kabupaten Luwu Utara, menuai sorotan tajam dari masyarakat maupun dari lembaga Swadaya masyarakat (LSM).
Proyek yang baru rampung pada tahun 2024 itu kini mengalami kerusakan parah, memicu dugaan adanya pekerjaan yang tidak sesuai standar.
Ahmad dari LSM Progres, mempertanyakan kualitas pembangunan tersebut. Pasalnya, usia bangunan yang masih terbilang baru seharusnya masih dalam kondisi baik dan mampu menunjang kebutuhan pertanian secara optimal.
Bagian yang paling terdampak adalah pintu saluran irigasi yang kini tidak lagi berfungsi. Kondisi ini membuat aliran air ke lahan persawahan warga terganggu.
“Patut diduga kualitas proyek ini tidak sesuai standar ataukah saat dikerjakan terkesan asal-asalan, kita berharap agar aparat penegak hukum turun melakukan penyelidikan, ungkap Ahmad, Minggu (05/04/2026).
Kerusakan tersebut berdampak langsung pada aktivitas pertanian. Sejumlah petani mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air untuk sawah mereka, yang berpotensi menurunkan produktivitas hasil panen.
Warga lainnya, berinisial FT, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi proyek tersebut. Ia menyebut proyek irigasi itu dikerjakan oleh pihak balai, namun tidak bertahan lama.
“Proyek ini selesai tahun 2024, tapi sekarang sudah rusak parah. Kami sangat kecewa,” ujarnya.
Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan menyelidiki proyek tersebut. Mereka menilai perlu ada pemeriksaan menyeluruh guna memastikan apakah terjadi kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan.
Selain itu, warga juga meminta adanya evaluasi total terhadap proyek, termasuk transparansi dalam proses pengerjaan, pengawasan di lapangan, hingga kualitas material yang digunakan.
Hingga saat ini, pihak instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti ambruknya saluran irigasi tersebut maupun langkah perbaikan yang akan dilakukan.






