DAERAH

Forum Desa Luwu Masuk Tahap Realisasi, Pemkab dan MDA Serahkan Program Air Bersih dan Beasiswa

×

Forum Desa Luwu Masuk Tahap Realisasi, Pemkab dan MDA Serahkan Program Air Bersih dan Beasiswa

Sebarkan artikel ini

LUWU – Rangkaian Forum Desa yang sebelumnya digelar di 21 desa pada empat kecamatan di Kabupaten Luwu kini memasuki tahap realisasi program. Aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kunjungan dan dialog langsung telah dipetakan dan diselaraskan antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan PT Masmindo Dwi Area (MDA), untuk kemudian ditindaklanjuti dalam bentuk bantuan dan kerja nyata.

Melalui kegiatan Silaturahmi Forum Desa yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Luwu, sejumlah program resmi diserahkan sebagai tindak lanjut hasil forum tersebut.

Salah satu program utama adalah bantuan relokasi intake dan jalur transmisi pipa milik Perumda Tirta Latimojong. Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Luwu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan MDA.

Relokasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem penyediaan air bersih bagi masyarakat wilayah Latimojong hingga Belopa dan sekitarnya, sehingga pelayanan air minum dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Segera Deklarasi, Gerakan AMPO Fokus Pemberdayaan Anak Muda

Selain itu, turut diserahkan program pipanisasi air bersih bagi lebih dari 100 kepala keluarga di Desa Rante Balla. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kodim 1403/Palopo dan MDA sebagai upaya mendukung akses air bersih bagi masyarakat.

Bantuan lainnya meliputi Beasiswa GenMAS bagi mahasiswa berprestasi serta dukungan berbagai program pemberdayaan masyarakat di 21 desa wilayah operasional perusahaan.

Kegiatan tersebut dihadiri para kepala desa dan camat dari 21 desa sebagai peserta utama Forum Desa. Hadir pula Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, bersama jajaran direksi dan manajemen perusahaan.

Dari unsur pemerintah daerah, tampak Bupati dan Wakil Bupati Luwu, Kapolres Luwu, Dandim 1403/Palopo, Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Ketua DPRD Luwu, Sekretaris Daerah Luwu, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Bupati Luwu, Patahudding, menegaskan bahwa Forum Desa merupakan bagian dari pendekatan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi, MDA Audiensi dengan Bupati dan Forkopimda Luwu untuk Percepatan Proyek Awak Mas

“Kami ingin memastikan setiap langkah pembangunan memiliki dasar yang jelas. Aspirasi yang disampaikan dalam Forum Desa kita himpun, kita petakan, lalu kita selaraskan dengan arah pembangunan daerah. Program yang direalisasikan hari ini merupakan tindak lanjut dari proses tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha akan memperkuat kapasitas daerah dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan menjaga kelangsungan investasi di wilayah Luwu.

Ketua DPRD Luwu, Ahmad Gazali, menyampaikan bahwa DPRD menjalankan fungsi fasilitasi dalam penyelesaian isu-isu sosial yang melibatkan masyarakat dan perusahaan.

“Ini merupakan bagian dari dukungan kami agar investasi di Kabupaten Luwu dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, jajaran Forkopimda yang hadir juga menyatakan komitmen menjaga situasi tetap kondusif. Kapolres Luwu dan Dandim 1403/Palopo menegaskan kesiapan institusi masing-masing dalam mengawal stabilitas wilayah sesuai tugas dan fungsi, sehingga pelaksanaan program pembangunan dan investasi dapat berjalan aman dan tertib.

Baca Juga:  Bawaslu Sulsel Ungkap 7.326 TPS Masuk Kategori Rawan

Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, menegaskan bahwa kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Luwu merupakan bagian dari komitmen investasi jangka panjang perusahaan di daerah tersebut.

“Kami hadir di Luwu dengan komitmen untuk tumbuh bersama. Investasi yang kami jalankan perlu selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah,” ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dirancang secara berkelanjutan dalam kerangka lima tahun, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara konsisten oleh masyarakat.

Ke depan, Forum Desa akan terus dilanjutkan sebagai wadah komunikasi dan evaluasi bersama, agar pembangunan di empat kecamatan dan 21 desa wilayah operasional dapat berjalan sesuai prioritas masyarakat serta arah pembangunan daerah.