DAERAH

Luwu Siap Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi, Anggaran Capai Rp250 Miliar

×

Luwu Siap Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi, Anggaran Capai Rp250 Miliar

Sebarkan artikel ini

LUWU — Bupati Luwu, Patahudding, menyatakan dukungan penuh terhadap program Sekolah Nasional Terintegrasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Patahudding mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu telah menyiapkan lokasi pembangunan sekolah tersebut di Kecamatan Larompong Selatan.

Proyek ini direncanakan akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai mencapai Rp250 miliar untuk satu unit sekolah.

“Lokasinya sudah ada yang diusulkan di Kecamatan Larompong Selatan. Proyek ini direncanakan akan dibiayai melalui APBN dengan nilai mencapai Rp250 miliar,” ujarnya kepada media usai kegiatan buka puasa bersama di Rumah Jabatan Bupati Luwu.

Baca Juga:  Forum Pinisi Sultan 2025: Wabup Luwu Fokus Percepat Investasi Daerah

Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk menjawab dua persoalan utama pendidikan, yakni rendahnya mutu dan ketimpangan antarwilayah.

Arahan tersebut ditegaskan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 sebagai mandat nasional untuk menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berdaya saing global.

Dalam implementasinya, sekolah ini dirancang sebagai sistem pendidikan terpadu yang mencakup seluruh jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK dalam satu kawasan.

Fasilitas yang disiapkan pun tergolong modern, termasuk laboratorium berstandar tinggi serta sarana olahraga seperti lebih dari satu lapangan sepak bola.

Baca Juga:  PT Masmindo Dwi Area Turut Berbelasungkawa Atas Bencana Longsor di Dusun Padang, Desa Rante Balla

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi Kaddiraja, menjelaskan bahwa sekolah ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan bakat siswa secara menyeluruh.

“Sekolah ini akan menjadi pusat pembinaan siswa, baik yang memiliki bakat akademik maupun non-akademik, seperti bidang sains, teknologi, olahraga, dan seni,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/4/2026).

Selain itu, konsep pembelajaran yang diterapkan mengusung pendekatan STEAMS yang dipadukan dengan kurikulum nasional serta pengayaan internasional.

Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib, sementara bahasa asing lain seperti Mandarin, Jepang, Arab, dan Prancis menjadi pilihan.

Sekolah ini juga akan dilengkapi dengan area pelatihan pertanian dan peternakan sebagai bagian dari pendidikan berbasis keterampilan yang disesuaikan dengan potensi wilayah.

Baca Juga:  Pelantikan dan Rakor BPH BPP Forpa Kota Palopo Periode 2024-2026 Resmi Digelar

Program ini secara khusus menyasar masyarakat menengah ke bawah guna membuka akses pendidikan berkualitas secara merata. Menariknya, seluruh layanan pendidikan dalam Sekolah Nasional Terintegrasi direncanakan gratis bagi peserta didik.

Dengan konsep tersebut, pemerintah berharap dapat menekan angka putus sekolah sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Melalui pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Luwu, pemerintah optimistis dapat menciptakan pusat pendidikan unggulan di tingkat daerah sekaligus menjadi model transformasi pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. (Hasdar)