BAHODOPI – Komitmen memperkuat keterkaitan dan kesepadanan antara dunia pendidikan dengan industri (link and match) kembali diwujudkan oleh Politeknik Industri Logam Morowali bersama PT Bintangdelapan Mineral, bertempat di Kantor PT BDM, Rabu (22/4/2026).
Kedua pihak resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup dua program strategis sekaligus, yakni Program Magang Industri dan Project Based Learning (PBL).
Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam menjembatani kebutuhan dunia industri dengan kompetensi lulusan pendidikan vokasi. Menariknya, program PBL yang dijalankan bukan sekadar proyek simulasi, melainkan proyek riil yang akan diterapkan langsung di lingkungan industri.
Mahasiswa Politeknik dipercaya untuk merancang dan membangun sistem Monitoring Daya Listrik berbasis Internet of Things (IoT), yang nantinya akan digunakan oleh PT BDM.
Dalam acara penandatanganan tersebut, pihak Politeknik Industri Logam Morowali diwakili Direktur Agus Salim Opu bersama Kepala Subbagian Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Dedy Chrisdianto.
Sementara dari PT BDM hadir Direktur Operasional Handi Yohandi yang didampingi Manager Administration Asep Ruskandar.
Direktur Politeknik, Agus Salim Opu, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan PT BDM terhadap pengembangan sumber daya manusia lokal.
Ia menilai kolaborasi ini sebagai bukti nyata kepedulian industri terhadap dunia pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi PT BDM yang mau bekerja sama dengan kampus di Bahodopi ini. Harapannya, ke depan semakin banyak peluang kerja sama yang bisa kita kembangkan bersama,” ujarnya.
Agus juga menegaskan bahwa program PBL ini menjadi tonggak sejarah bagi kampusnya. Pasalnya, ini merupakan proyek pertama mahasiswa yang dikerjakan langsung di lingkungan industri.
“Selama ini mahasiswa hanya mengerjakan proyek internal di kampus. Namun dengan pengalaman tiga tahun pelaksanaan PBL, kami optimistis mahasiswa, dengan pendampingan dosen sebagai manajer proyek, mampu menyelesaikan proyek ini dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Operasional PT BDM, Handi Yohandi, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung kemajuan pendidikan, khususnya di wilayah Morowali.
“PT BDM selalu terbuka untuk mendukung inisiatif dari kampus. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap pakai,” ungkapnya.
Melalui sinergi ini, kedua pihak berharap kerja sama dapat terus diperluas di masa mendatang. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri ini diharapkan menjadi contoh ideal dalam menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta mendorong kemajuan bersama di kawasan industri Morowali.







