LUWU – PT BMS terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas lingkungan dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah melalui kegiatan pengujian sampling lingkungan di sejumlah wilayah pemukiman dan area operasional perusahaan.
Kegiatan tersebut meliputi pengambilan sampel air permukaan, air laut, udara ambien, tingkat kebisingan, emisi cerobong, hingga emisi genset untuk selanjutnya dianalisis di laboratorium.
Pengujian lingkungan ini dilakukan secara berkala setiap enam bulan atau per semester sebagai bagian dari pemantauan kualitas lingkungan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Adapun lokasi pengambilan sampel mencakup kawasan pemukiman Desa Toddopuli, Desa Karang-Karangan, Bukit Harapan, area Site PT BMS, hingga kawasan sekitar Terminal Khusus (Tersus) PT BMS.
Chief Environment PT BMS, Andi Try Fardiyat Sardi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan kondisi lingkungan tetap berada dalam batas baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah serta menjadi langkah pengendalian terhadap potensi pencemaran lingkungan.
Menurutnya, pengujian sampling lingkungan merupakan bagian penting dalam mendukung operasional perusahaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Kegiatan ini dilakukan untuk memantau kualitas lingkungan secara menyeluruh, baik di area operasional maupun di sekitar pemukiman masyarakat. Hasil pengujian nantinya menjadi dasar evaluasi dan pengendalian lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah parameter yang diuji meliputi kualitas air permukaan dan air laut, kondisi udara ambien, tingkat kebisingan, hingga emisi dari cerobong dan genset yang beroperasi di area perusahaan.
Selain sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan pemerintah di bidang lingkungan hidup, kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menjaga kesehatan masyarakat dan ekosistem di sekitar wilayah operasional.
Melalui monitoring lingkungan yang dilakukan secara rutin setiap semester, PT BMS berharap kualitas lingkungan di sekitar area operasional tetap terjaga serta potensi dampak pencemaran dapat dicegah sejak dini.







