LUWU TIMUR — Warga Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, mengeluhkan tingginya harga tabung LPG 3 kilogram yang disebut-sebut mencapai Rp50 ribu per tabung. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan masyarakat dan memicu keresahan.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang warga, Bungin Latisya Qinara, melalui unggahan di media sosial Facebook yang ditujukan langsung kepada Bupati Luwu Timur, Irwan Bachry Syam.
Dalam unggahannya, ia meminta pemerintah daerah segera turun tangan menindak praktik penjualan LPG dengan harga yang dinilai sudah tidak wajar.
“Tabe bapak Bupati ku yang terhormat Bapak Irwan Bachry Syam. Mohon izin pak, tolong ditindak lanjuti. Tabung yang harganya sudah kelewatan sekali di area Towuti, ada yang menjual sampai Rp50 ribu. Kasian kami warga Towuti membeli dengan harga begitu pak. Ini sudah sangat meresahkan,” tulisnya, Minggu (12/04/2026).
Ia juga membandingkan harga LPG di Towuti dengan daerah lain di Luwu Timur yang masih berada pada kisaran normal.
Menurutnya, perbedaan harga yang cukup jauh tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat.
“Sedangkan di daerah lain selain Towuti harganya normal saja, tapi kenapa di Towuti harganya selangit,” tambahnya.
Mengutif Peraturan Bupati (Perbup) Luwu Timur No. 22 Tahun 2021, harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kilogram di tingkat pangkalan resmi telah diatur sesuai wilayah dan radius jangkauan SPBE. Secara umum, harga LPG 3 kg di Luwu Timur berada pada kisaran Rp18.500 hingga Rp20.000 per tabung.
Dengan adanya lonjakan harga hingga dua kali lipat lebih di tingkat pengecer, warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pengawasan dan penertiban agar distribusi LPG kembali normal dan sesuai ketentuan.
Masyarakat Towuti pun menaruh harapan besar agar Bupati Luwu Timur dapat merespons cepat keluhan ini, sehingga beban ekonomi warga tidak semakin berat akibat harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi.







