PERISTIWA

Basarnas Tambah Kapal dan Pesawat, 24 Korban KM Nurul Salsa Masih Dicari

×

Basarnas Tambah Kapal dan Pesawat, 24 Korban KM Nurul Salsa Masih Dicari

Sebarkan artikel ini

SELAYAR – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar menambah kekuatan unsur SAR guna memperluas area pencarian korban KM Nurul Salsa, di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar yang masih belum ditemukan.

Berdasarkan data sementara, dari total 74 orang yang berada di atas kapal saat kejadian, sebanyak 49 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, satu orang meninggal dunia, sementara 24 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Dalam operasi hari ketiga, Basarnas mengerahkan KN SAR Kamajaya dengan Person On Board (POB) sebanyak 32 personel untuk melaksanakan pencarian di Sektor II dengan cakupan area sekitar 90 nautical mile persegi (nm²) di perairan Selayar.

Baca Juga:  Perambahan Hutan di Puncak Gunung Andoli Balandai Kota Palopo, Berisiko Menimbulkan Longsor

Penguatan juga dilakukan dari jalur udara melalui pengerahan pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin yang membawa 17 personel (POB 17).

Pesawat tersebut bertugas melakukan pemantauan udara di sekitar lokasi kejadian untuk memperluas jangkauan pencarian dan membantu mengidentifikasi kemungkinan keberadaan korban.

Sementara itu, KRI Marlin 877 tetap melanjutkan operasi pencarian di Sektor I dengan luas area pencarian mencapai 102 nm², sesuai perencanaan operasi Search and Rescue Planning (SARMAP).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan penambahan unsur laut dan udara dilakukan untuk mengoptimalkan peluang menemukan para korban yang masih hilang.

Baca Juga:  Luwu Timur Berduka, 46 Rumah Hangus Terbakar di Sorowako, 200 KK Kehilangan Tempat Tinggal

“Pada hari ketiga operasi, kami menambah kekuatan SAR dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin,” ungkapnya, Jumat (17/7/2026).

“Pembagian sektor pencarian dilakukan berdasarkan analisis SARMAP agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat disisir secara maksimal, baik dari laut maupun udara,” ujarnya menambahkan.

Ia menjelaskan, operasi SAR dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, SROP Selayar, serta nelayan setempat yang turut membantu proses pencarian.

Menurut Arif, sinergi seluruh unsur menjadi kunci dalam mempercepat upaya menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.

Baca Juga:  Masih Dalam Proses Pengerjaan Jembatan Balebo Luwu Utara Ambruk

“Kami berharap sinergi seluruh unsur yang terlibat dapat mempercepat proses pencarian. Tim di lapangan akan terus bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel,” katanya.

“Kami juga memohon doa dari masyarakat agar seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” tutupnya.

Operasi SAR pada hari ketiga difokuskan pada penyisiran permukaan laut serta pemantauan dari udara di sekitar lokasi tenggelamnya KM Nurul Salsa dan wilayah yang diperkirakan menjadi arah pergerakan korban berdasarkan analisis arus laut, angin, dan kondisi cuaca di perairan Selayar. (**)