LUWU – Kecamatan Ponrang berhasil keluar sebagai Juara Umum pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIV tingkat Kabupaten Luwu setelah mengumpulkan total 363 poin berdasarkan hasil penilaian dewan hakim.
Perhelatan akbar keagamaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Luwu tersebut berlangsung meriah dan penuh khidmat, mempertemukan para kafilah terbaik dari seluruh kecamatan di daerah berjuluk Bumi Sawerigading.
Keberhasilan Kecamatan Ponrang meraih posisi tertinggi menjadi bukti keseriusan dalam melakukan pembinaan dan pengembangan tilawah serta pemahaman Al-Qur’an di wilayahnya.
Para peserta tampil maksimal di berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah, tahfiz, hingga cabang-cabang lainnya yang diperlombakan dalam MTQ XXXIV.
Dalam sambutannya, Bupati Luwu, Patahidding menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wahana strategis untuk menumbuhkan semangat membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Generasi muda adalah penerus perjuangan bangsa. Orang tua harus mampu memberikan pendidikan yang baik, khususnya pendidikan budi pekerti, akhlak, dan pendidikan agama agar anak-anak kita tumbuh sebagai generasi yang tangguh dan teguh imannya,” ujar Bupati.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Menurutnya, upaya tersebut penting untuk mewujudkan Kabupaten Luwu yang bebas buta aksara Al-Qur’an.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa hakikat penyelenggaraan MTQ adalah momentum untuk memahami, menghayati, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah derasnya arus globalisasi.
“Momentum MTQ ini hendaknya menjadi era kebangkitan generasi Qur’ani di Bumi Sawerigading dalam rangka mewujudkan Kabupaten Luwu yang unggul dan berkarakter, sehingga Luwu bangkit lebih cepat,” tegasnya.
Dengan capaian 363 poin, Kecamatan Ponrang resmi dinobatkan sebagai Juara Umum MTQ XXXIV tingkat Kabupaten Luwu, sekaligus mengukuhkan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang berprestasi dan berakhlak mulia.







