POLITIK

Kader Golkar Palopo Minta Ketua DPD Dorong Fraksi Lebih Aktif Serap Aspirasi Warga

×

Kader Golkar Palopo Minta Ketua DPD Dorong Fraksi Lebih Aktif Serap Aspirasi Warga

Sebarkan artikel ini
Rahmat Masri Bandaso saat menyambut kedatangan ketua Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin di Palopo

PALOPO — Kader dan eks calon legislatif Partai Golkar di Kota Palopo meminta jajaran Fraksi Golkar di berbagai tingkatan legislatif lebih aktif membuka ruang komunikasi serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Permintaan itu disampaikan Suparni alias Spartan dalam konsolidasi Partai Golkar Kota Palopo bersama Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Kamis (13/8/2026).

Suparni mengatakan, kader di lapangan kerap menemukan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian dan intervensi pemerintah. Salah satunya persoalan petani yang menghadapi kekeringan sawah dan membutuhkan bantuan pompa air.

“Kami di lapangan menemukan kebutuhan masyarakat, salah satunya petani yang membutuhkan pompa air karena sawah mengalami kekeringan. Kami berharap partai bisa membantu mencarikan jalan keluarnya,” kata Suparni.

Menurutnya, aspirasi masyarakat akan lebih mudah diperjuangkan apabila terdapat jalur komunikasi yang kuat antara kader di tingkat bawah dengan anggota Fraksi Golkar di DPRD kabupaten/kota, DPRD Sulsel hingga DPR RI.

Baca Juga:  PKB-PPP Kompak Kritik Gibran Soal Dana Abadi Pesantren

Karena itu, Suparni berharap kader mendapatkan akses yang lebih baik untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan para anggota legislatif Partai Golkar.

“Kami mohon dibantu sehingga bisa bersilaturahmi dengan Fraksi DPRD Sulsel bahkan DPR RI, sehingga bisa merasakan hubungan kerja secara politik yang berlangsung baik,” ujarnya.

Ia juga secara khusus meminta pimpinan partai mendorong anggota fraksi agar tidak hanya menjalankan fungsi legislatif, tetapi juga lebih aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Mohon Ketua bisa memerintahkan fraksi. Mohon partai, anggota fraksi lebih aktif melakukan pelayanan,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, IAS menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara kader di lapangan dengan anggota legislatif Partai Golkar.

Baca Juga:  Ganjar-Mahfud Resmi Daftar di KPU

Menurut IAS, kader merupakan salah satu mata dan telinga partai dalam mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung. Karena itu, setiap persoalan yang ditemukan kader harus memiliki saluran komunikasi agar dapat diteruskan dan diperjuangkan melalui jalur politik maupun pemerintahan.

“Kalau ada kader menemukan persoalan di masyarakat, harus ada saluran untuk menyampaikannya. Fraksi juga harus tahu apa yang terjadi di lapangan. Ini harus tersambung,” kata IAS.

IAS mencontohkan persoalan kekeringan yang dialami petani dan kebutuhan pompa air. Menurutnya, aspirasi seperti itu tidak boleh berhenti sebagai laporan di tingkat kader, tetapi harus ditindaklanjuti dengan mencari pihak dan jalur yang dapat membantu menyelesaikannya.

Baca Juga:  2.000-an Barada Laskar Petir di Lantik, Siap Menangkan dan Jadi Garda Terdepan Paslon Pata - Dhevy

“Kalau masyarakat membutuhkan pompa air, misalnya, jangan berhenti sebagai cerita di tingkat kader. Kita harus lihat siapa yang bisa membantu, bagaimana jalurnya, dan apa yang bisa diperjuangkan,” ujarnya.

IAS menegaskan, keberadaan Partai Golkar harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kader dan anggota fraksi dituntut membangun komunikasi yang berkesinambungan agar berbagai persoalan masyarakat dapat segera direspons.

“Partai jangan hanya hadir ketika pemilu. Kader bekerja, fraksi bekerja, dan semuanya harus saling terhubung untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya membangun rantai komunikasi yang kuat dari masyarakat, kader, partai hingga anggota legislatif, sehingga aspirasi warga tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dapat diperjuangkan menjadi kebijakan dan solusi nyata.