LUWU – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Agung Luwu Belopa saat Bupati Luwu melaksanakan shalat Isya yang dirangkaikan dengan tarawih perdana, Rabu (18/2/2026) malam. Ibadah berjamaah tersebut sekaligus menjadi momen penyampaian sambutan resmi dalam menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Di hadapan jamaah yang memadati masjid, Bupati Luwu mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai titik balik untuk memperbaiki diri. Ia menegaskan, bulan suci bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum introspeksi, pembersihan jiwa, serta peningkatan kualitas iman dan akhlak.
“Bertambahnya usia harus menjadi pengingat bagi kita untuk terus memperbaiki ibadah, memperkuat akhlak, dan memperbanyak amal kebajikan. Mari jadikan Ramadan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial,” ujarnya.
Tak hanya pesan spiritual, Bupati Luwu juga memaparkan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu dalam mendorong pembangunan berbasis kesejahteraan rakyat melalui enam prioritas strategis.
Pertama, peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan menguatkan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ketahanan pangan disebut menjadi fokus utama untuk menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani.
Kedua, percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah melalui peningkatan kualitas jalan, transportasi, irigasi, serta fasilitas publik guna mendorong pemerataan pembangunan.
Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan kompetensi generasi muda agar mampu bersaing dan tetap berakhlak.
Keempat, pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, bantuan sosial tepat sasaran, dan perluasan kesempatan kerja.
Kelima, transformasi digital dan tata kelola pemerintahan yang baik melalui digitalisasi pelayanan publik, peningkatan transparansi, serta efektivitas birokrasi agar layanan semakin cepat dan berkualitas.
Keenam, pembangunan kehidupan religius dan harmoni sosial. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pembinaan keagamaan, pengentasan buta aksara Al-Qur’an, pembinaan majelis taklim, peningkatan kompetensi mubaligh, serta pembinaan imam masjid demi terwujudnya masyarakat Luwu yang religius dan berakhlak mulia.
Dalam kesempatan itu, Bupati Luwu mengungkapkan masih tingginya angka buta aksara Al-Qur’an di daerah tersebut. Ia berharap sinergi bersama Persatuan Mubaligh Islam Luwu dapat menekan angka tersebut melalui gerakan pembinaan yang masif dan berkelanjutan.
Selain persoalan pendidikan agama, ia juga menyoroti tingginya angka kriminalitas yang sebagian dipicu praktik judi online serta meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pemerintah daerah, kata dia, terus melakukan langkah preventif, termasuk menerbitkan surat edaran pemberlakuan jam malam bagi anak sekolah guna melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.
“Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak-anak. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Muh. Rudi, Ketua Persamil Kabupaten Luwu Alimuddin Hasyam, para kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah yang mengikuti tarawih perdana dengan penuh kekhusyukan.







