LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan berkepanjangan dan dampak cuaca ekstrem yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kekeringan dan Dampak Cuaca Ekstrem yang digelar di Lounge Kantor Bupati Luwu, Rabu (12/8/2026).
Rakor dipimpin Bupati Luwu dan dihadiri Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta kepala desa.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Luwu membahas langkah cepat untuk menangani dampak kekeringan, terutama terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian Luwu melaporkan, Kabupaten Luwu memiliki sekitar 34.000 hektare lahan baku sawah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 22.000 hektare berada dalam kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Sejumlah wilayah mulai mengalami kekeringan sehingga diperlukan intervensi teknis untuk menjaga produktivitas lahan pertanian sekaligus mencegah dampak yang lebih luas terhadap ketahanan pangan.
Bupati Luwu meminta jajaran terkait tidak berhenti pada rapat dan pendataan. Perangkat daerah diminta segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi riil sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat.
“Yang kita butuhkan sekarang adalah data kebutuhan yang konkret. Berapa pompa yang tersedia, berapa yang masih dibutuhkan, dan titik mana yang harus segera ditangani,” tegas Bupati.
Menurutnya, penanganan kekeringan harus diarahkan pada solusi yang cepat sekaligus efisien.
Penggunaan pompa air, sumur bor, dan deep well dinilai lebih efektif untuk penanganan jangka menengah dan panjang dibandingkan distribusi air menggunakan armada tangki secara terus-menerus.
Pemkab Luwu juga meminta OPD teknis memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah pusat, BPBD, TNI, Polri, serta pemerintah desa.
Koordinasi lintas sektor tersebut diperlukan untuk mempercepat dukungan sarana dan prasarana, sekaligus memastikan penanganan kekeringan dilakukan sesuai kondisi di masing-masing wilayah.
Selain sektor pertanian, pemerintah daerah turut menyiapkan langkah untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan.
Melalui rakor tersebut, Pemkab Luwu menegaskan komitmennya memberikan respons cepat dan tepat sasaran selama periode kemarau.
Penanganan diarahkan untuk menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air tetap terpenuhi. (**)







